Embargo dalam Dunia Jurnalistik

Sebenernya ini adalah materi tulisan buat UAS Hukum Media MAssa. Membahas tentang Embargo, buat teman2 yang mungkin belum ngerti memang agak aneh kalo istilah Embargo masuk dalam kajian jurnalistik, saya sendiri juga kaget dan bingung apa sih artinya embargo? yang pernah saya dengar embargo mungkin kayak istilah penerbangan.. Hehehe.. saudaraan sama embarkasi kali ya..ūüôā

Pengertian Embargo

Menurut Ensiklopedi Pers Indonesia, embargo secara garis besar adalah penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber. Permintaan tersebut biasanya disampaikan secara tertulis pada materi bahan informasi atau berita yang diberikan oleh narasumber kepada wartawan atau pengelola media massa.

Dalam sebuah konferensi pers yang bermaksud menjelaskan latar belakang bahan informasi itu, embargo dimaksud juga bisa disampaikan secara lisan untuk memperkuat permintaan secara tertulis tersebut.

Embargo dalam Kode Etik Jurnalistik

Istilah embargo secara resmi tercantum dalam pasal 7 Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang berbunyi: ‚ÄúWartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan ‚Äėoff the record‚Äô sesuai dengan kesepakatan‚ÄĚ.

Selain tercantum dalam KEJ tersebut, sebelumnya istilah embargo juga sudah tercantum dalam pasal 14 Kode Etik Jurnalistik Persatuan Wartawan Indonesia (KEJ PWI) yang berbunyi: ‚ÄúWartawan Indonesia menghormati ketentuan embargo, bahan latar belakang dan tidak menyiarkan informasi yang oleh sumber berita tidak dimaksudkan sebagai bahan berita serta tidak menyiarkan keterangan ‚Äėoff the record‚Äô‚ÄĚ. Penjelasan atas pasal 14 KEJ PWI ini menyatakan bahwa embargo yaitu permintaan menunda penyiaran suatu berita sampai batas waktu yang ditetapkan oleh sumber berita yang wajib dihormati.

Satu lagi istilah embargo yang bisa kita temukan yaitu dalam Kode Etik Jurnalistik Televisi Indonesia (KJTI). Dalam KJTI ini tepatnya pada pasal 5 ayat 9 menyebutkan, ‚ÄúDalam menayangkan sumber dan bahan berita secara akurat, jujur dan berimbang, jurnalis televise Indonesia menghormati embargo dan off the record‚ÄĚ. KJTI ini sendiri adalah kode etik yang dibuat dan disepakati oleh Ikatan Jurnalistik Televisi Indonesia. Jadi selain pada media cetak, permintaan embargo oleh narasumber juga bisa terjadi di media elektronik seperti televisi.

Embargo dan Off The Record

Pada beberapa pasal yang tercantum dalam kode etik berbagai organisasi jurnalistik istilah embargo hampir semua diikuti dengan penyebutan istilah off the record. Pengertian Off The Record sendiri dalam Ensiklopedi Pers Indonesia adalah permintaan dari sumber berita untuk tidak menyiarkan keterangan yang diberikan oleh sumber berita.

Dari penjelasan tentang off the record dapat dilihat bahwa pengertiannya sangat dekat dengan embargo. Jika off the record adalah permintaan untuk tidak menyiarkan maka hampir sama dengan embargo yaitu permintaan untuk penundaan penyiaran. Embargo menekankan pada penundaan sedangkan off the record benar-benar meminta untuk tidak disiarkan.

Wartawan dan Embargo

Seperti sudah jelas disebutkan dalam beberapa kode etik, embargo adalah hak dari narasumber yang sudah wajib untuk dipatuhi. Pastinya dipatuhi oleh pihak-pihak yang bekerjasama dan membutuhkan narasumber yaitu wartawan. Wartawan dalam menjalankan tugasnya mencari berita harus menghormati narasumber yang meminta penundaan informasi yang bersumber darinya untuk tidak diterbitkan atau disiarkan selama waktu yang ditentukan.

Berdasarkan fakta diatas wartawan dituntut profesionalitasnya ketika menghadapi permintaan embargo dari narasumber. Wartawan harus menyikapi itu dengan cepat, beberapa tindakan yang bisa dilakukan seperti negosiasi dengan narasumber mengenai kemungkinan pencabutan embargo atau dengan mencari sumber lain untuk menjelaskan berita terkait. Bagaimanapun wartawan bisa merugi jika narasumber banyak yang melakukan embargo karena permintaan perusahaan akan sebuah berita terhadap wartawan sangatlah tinggi.

demikian tulisan saya, kalo ada yang punya saran, kritik atau apapun itu asal bukan duit dan makanan langsung saja tulis di komen yaa..

mari berbagi ilmu..

terimakasih,

Riand Farisya

Peran Media membentuk Image SBY ditengah berbagai krisis..

tulisan ini sebenarnya adalah tugas mata kuliah isu-isu kontemporer komunikasi. jadi di mata kuliah ini kita tuh mengkaji tentang berbagai isu ato bisa dibilang update terbaru dalam dunia media atau komunikasi..

nah sebenernya juga tugas ini harus tulis tangan, tapi daripada salah pas lagi nulis jadi di ketik dulu deh baru disalin.. buat yang baca silahkan dikomen.. ^^

Menjadi presiden tidak hanya berisi tentang kekuasaan dan memerintah. Menjadi presiden atau pemimpin suatu negara juga dituntut untuk menjadi panutan bagi masyarakatnya. Menjadi presiden mengharuskan seorang individu untuk rela mengorbankan waktu pribadinya dan juga untuk keluarganya. Seorang presiden juga harus rela menempatkan diri sebagai milik orang banyak, dengan berbagai tuntutan dari orang-orang sekitarnya maka hampir seluruh gerak-gerik presiden menjadi sorotan. Kekurangan dan kesalahan kecil dari seorang presiden bisa menjadi kesalahan fatal dan besar di hadapan masyarakat yang dia pimpin. Hal ini membuat presiden harus lebih berhati-hati dengan apapun yang dia lakukan dan kata-kata apa yang dia bicarakan, terlebih keberadaan media membuat semua tuntutan terhadap presiden jauh lebih besar.

Semua penjelasan diatas hampir dialami oleh presiden dan pemimpin-pemimpin dunia, termasuk presiden negara kita saat ini, Susilo Bambang Yudhoyono atau lebih akrab di telinga kita dengan sebutan SBY. Ketika keadaan politik membaik tidak jarang sorotan media dan opini di masyarakat terdengan positif ditujukan bagi presiden SBY, tetapi ketika keadaan memburuk dan iklim politik memanas tidak sedikit tuntutan dan kritikan ditujukan untuk orang nomor satu di Indonesia saat ini. Banyak tuntutan dan kebijakan yang harus segera diputuskan oleh seorang presiden. Namun kecepatan kebijakan tanpa diiringi ketepatan tampaknya hanya menjadi solusi sesaat yang sangat mudah diikuti dengan permasalahan baru.

Saat ini keadaan politik di Indonesia sedang mengalami berbagai krisis. Mulai dari kasus kriminal yang terjadi pada beberapa pimpinan Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK), masalah Bank Century, masalah mafia peradilan atau masalah-masalah lain yang bersifat sangat dinamis dan menyita perhatian dari banyak pihak.

Media, sebagai salah satu kekuatan baru dalam sebuah negara memiliki kemampuan mempengaruhi opini masyarakat serta mampu mempengaruhi arah kebijakan dari pemerintahan termasuk kebijakan dari seorang presiden. Presiden SBY saat ini sangat banyak dibicarakan oleh berbagai media berkaitan dengan arah kebijakannya menanggapi berbagai krisis yang terjadi di Indonesia saat ini. Media tidak hanya menyorot pada inti masalah kebijakan itu sendiri, sorotan media juga tidak lepas melihat sisi pribadi dan individu dari seorang presiden SBY. Dengan berbagai kebijakan yang di lontarkan presiden tidak banyak yang memberikan kesan negative padanya dan media menyiarkan semua itu sebagai bentuk berita untuk disebarluaskan ke ranah publik.

Tentu kita masih ingat image ‚Äúcurigaan‚ÄĚ yang pernah ditempelkan pada sosok presiden berbadan tegap ini. Pada saat permasalahan bom marriot beberapa waktu lalu masih hangat dibicarakan presiden SBY dalam suatu pernyataan resminya pernah menunjukkan beberapa bukti tentang ancaman kepada dirinya dari beberapa pihak, bukti-bukti ini sendiri didapatkan presiden SBY dari badan intelijen yang bekerja padanya. Saat itu media memberitakan pernyataan resmi presiden ini tidak hanya pada inti berita melainkan berkembang ke arah image presiden SBY itu sendiri yang kemudian membuat citra seorang presiden yang ‚Äúcurigaan‚ÄĚ dan selalu merasa tidak aman.

Beberapa saat yang lalu image ‚Äúcurigaan‚ÄĚ kembali dilontarkan ke sosok presiden Indonesia ke-6 ini. Masalah lain yang baru saja berlalu yaitu berkaitan dengan peringatan hari anti korupsi tangal 9 Desember 2009 yang lalu. Presiden dalam pernyataan resminya beberapa hari sebelum 9 Desember pernah menyatakan bahwa akan ada demonstrasi besar-besaran dalam memperingati hari anti korupsi ini. Ketakutan presiden SBY terlihat secara tersirat karena dia merasa demonstrasi akan ditunggangi oleh kepentingan pihak-pihak tertentu yang sengaja memanfaatkan momen demonstrasi tersebut untuk membuat risuh. Media kembali memberitakan hal ini sebagai bentuk kecurigaan tidak beralasan dari seorang presiden SBY.

Lain lagi ketika media memberitakan tentang tanggapan presiden SBY tentang kekisruhan yang terjadi di deretan pimpinan-pimpinan Komisi Pembrantasan Korupsi (KPK). Dalam pernyataan resminya ketika menanggapi usulan dari Tim 8, presiden SBY tidak secara gamblang menunjukkan sikapnya. Beliau hanya menyatakan secara tersirat menunjuk penyerahan kasus ini kepada pihak berwajib untuk ditindaklanjuti dan menjelaskan posisinya sebagai kepala negara yang juga memiliki kekuasaan terbatas diluar kewenangannya. Tanggapan presiden SBY inipun kembali menjadi buah bibir di kalangan media. Banyak media yang menunjukkan ketidaktegasan dari presiden SBY untuk mengakhiri permasalahan di tubuh KPK.

Sampai hari ini tidak sedikit muncul orang-orang atau kelompok yang mulai bersikap negatif terhadap pemerintahan SBY. Banyak yang merasa SBY terlalu plin-plan dalam bersikap dan menentukan kebijakannya. Tidak dapat dipungkiri peran media juga berpengaruh terhadap sikap dan tanggapan orang-orang atau kelompok ini. Masyarakatpun tidak sedikit yang menerima mentah-mentah apa yang disampaikan media. Tidak sedikit juga para ahli komunikasi melirik dan mencoba mengkaji ulang netralitas media dalam menyebarluaskan pemberitaan terkait krisis yang terjadi di pemerintahan saat ini. Banyak yang menyatakan keikutsertaan media dalam mengarahkan kebijakan pemerintah sekaligus menuntun opini masyarakat terkadang terlihat berlebihan. Media yang harusnya hanya ‚Äúmenunjukkan‚ÄĚ saat ini mulai berperan lebih dengan ‚Äúmenceritakan‚ÄĚ. Fakta yang ada cukup ditunjukkan kepada publik tanpa diceritakan dengan tambahan-tambahan diluar itu karena publik sendiri yang nantinya akan bebas membuat cerita dari apa yang mereka lihat di media. Presiden SBY dalam hal ini menjadi suatu bukti kekuatan media dalam membentuk image seseorang yang diberitakan dan ditampilkan dihadapan publik. Media bisa membuat image seseorang terlihat mulia dengan pemberitaannya, media juga punya kekuatan merubah image tersebut menjadi 180 derajat berbeda dengan image sebelumnya. Media bisa memilih apakah akan mendidik masyarakat berpikir kritis atau berpikir negatif.

sekian tulisan saya.. maaf ya kalo menyinggung ato ada yang tidak setuju.. boleh bgt kok kasi komen..

with luv,

Riand Farisya

Dygta – Pecundang Sejati (lagu penyayat hati..)

lagu ini pertama denger pas masih SMP, waktu itu ada semacam talent contest yang pesertanya nyanyiin lagu ini dengan penuh penghayatan.. hmmm, so sweet.. nostalgia masa SMP neh ceritanya..

sekarang pas lagi online temen depan aku nyanyiin lagu ini, bikin inget kenangan masa-masa SMP jadinya.. satu lagi yang bikin lagu ini oke, judulnya ciint.. menyayat hati dan raga.. hahaha..

yuk.. dinyanyiin lagi!!

1.. 2.. 3..

dalam diam jiwaku
telah terluka memilikimu
karna ku takkan bisa
tuk selamanya menjadi cintamu

sesungguhnya hanya dirimu
tapi mereka tak mengerti
dan menentang cinta ku denganmu

reff:

ku tlah menyerah slamanya
dan mengakhiri kisah kita
meski air mata membunuhku
ku memang pecundang sejati
yang tak sanggup perjuangkan cinta
maafkan semua cintaku
ku meninggalkanmu

janganlah kau tanyakan
tentang janjiku yang pernah terucap
karna semua tlah nyata
kini diriku mengingkari

sesungguhnya hanya dirimu
tapi mereka tak mengerti
dan menentang cinta ku denganmu

reff:

ku tlah menyerah slamanya
dan mengakhiri kisah kita
meski air mata membunuhku
ku memang pecundang sejati
yang tak sanggup perjuangkan cinta
maafkan semua cintaku
ku meninggalkanmu

hehehe..

benerkan jadi nostalgia..

buat kalian yang baca, punya kenangan juga gak ma lagu ini??

with love,

Riand Farisya

Media Literacy, Ilmu “Menikmati” Media

Sebenarnya ini adalah bahasan waktu saya semester 4, tepatnya mata kuliah Komunikasi Massa.. waku itu saya dan 5 orang teman sekelompok dapat bagian buat ngebahas tentang “media literacy”..

what is that??

itu hal pertama yang pasti kita tanyain dalam hati masing-masing.. tapi yang namanya tugas ya.. ga dikerjain sih ga ada masalah, ga punya nilai n ga lulus mata kuliah baru jadi masalah..

walhasil.. inilah yang kami dapat tentang “media literacy”..

media literacy oleh Mc Cannon, seorang tokoh komunikasi diartikan sebagai kemampuan secara efektif dan secara efesien memahami dan menggunakan media massa..

kalo menurut James.W.Potter, media literacy diartikan sebagai satu perangkat perspektif dimana kita secara aktif memberdayakan diri kita sendiri dalam menafsirkan pesan-pesan yang kita terima dan bagaimana cara mengantisipasinya..

nah dari beberapa pendapat ahli dan sumber-sumber lain yang kami baca, maka dapat kami simpulkan,

media literacy adalah bagaimana kemampuan kita dalam menerima, menganalisa, menyeleksi dan menyikapi apa yang telah ditampilkan oleh media massa..

jadi menurut kami ada 4 tahap yang harus kita lalui yaitu menerima pesan yang disampaikan media, menganalisa pesan-pesan tersebut dengan berbagai nilai yang telah kita pahami, berikutnya menyeleksi mana pesan positifnya dan mana pesan negatif  dan terakhir menyikapi pesan-pesan tersebut sehingga pesan positifnya dapat dijadikan pedoman untuk lebih baik dan pesan negatif untuk kita resapi dan pesan negatifnya yang bisa kita jadikan pelajaran..

mengapa media literacy itu penting??

banyak hal yang bisa menjawab pertanyaan diatas dan saya yakin tidak sedikit dari kita bisa menjawabnya..

1. media sudah menjadi “teman” kita sehari-hari..

media bukan lagi sebuah objek konsumsi kelas sosial tertentu, setiap orang punya akses ke media.. televisi, radio, koran bahkan internet tampaknya mulai dekat dengan kehidupan kita, kalo bisa dibilang teman mungkin dapat diibaratkan teman sekelas bahkan teman sebangku.. deket banget kan??

nah, sekarang coba ingat pernahkan teman kita berpikiran negatif pada kita atau membawa pengaruh negatif pada kita?? mungkin iya, kalo tidak mungkin karena kita tidak sadar..

begitulah TV, dia teman bagi kita namun tanpa kita sadari mungkin dia membawa pengaruh negatif bagi diri kita..

2. Efek media massa sangat tidak terbatas dan tidak dapat

dikendalikan..

efek media tidak terbatas, siapapun bisa terkena efek dari media karena saat ini akses media sudah sangat mudah.. dengan biaya rendah bahkan bisa gratis kita sudah dapat menikmati isi media.. sekarang coba jawab, apakah anda tidak pernah menikmati isi media??

efek media juga tidak bisa dikendalikan.. hal ini berkenaan dengan hak masing-masing individu, itulah sebabnya pesan positif media belum tentu diterima menjadi positif bagi orang yang menerimanya..

3. setiap media punya “kepentingan” masing-masing..

dosen saya pernah berkata di kelas, “tidak ada yang objektif di dunia ini bahkan media massa sekalipun”..

secara teorinya memang media harus bersifat objektif, tapi kita tidak bisa mengingkari bahwa orang-orang yang bekerja dimedia juga berpikir tentang untung rugi.. sesuatu yang menguntungkan wajib mereka tampilkan dan yang merugikan lebih baik disimpan sendiri.. untung rugi disini bisa diartikan secara ekonomi, karena media saat ini bisa disebut sebagai suatu industri.. yang bisa dijual langsung dijual, yang tidak bisa dijual coba dibuat jadi bisa dijual, dan itu bukan perkara mudah kalo mereka (pekerja media) masih berpikir idealis dengan tuntutan selalu objektif..

mungkin baru segini yang saya tahu tentang media literacy..

menurut saya dan teman2 topik ini sangat menarik dan up2date..

kalo teman2 yang baca punya komentar atau pendapat lain silahkan di share..

yuk belajar bareng-bareng.. =)

with love,

Riand Farisya

my new stuff: samsung corby b3210

akhirnya setelah menimbang-nimbang beberapa waktu yang cukup panjang sampe aku harus bertapa di gunung kidul, maka dg rahmat Tuhan YME, izin dari Mama dan kemampuan finansial yang mencukupi aku memutuskan untuk membeli handphone baru..
hahahahahhaa…
akhirnya setelah hampir 3 tahun setia bersama v3i tercintaku..

samsung corby txt B3210 adalah nama lengkap handphone baru yang aku pilih..
kalo dari tampilan kayaknya ga ada masalah..
keypad qwerty layaknya handphone2 mahal yang lagi in bgt di pasaran..
layar warna yang lebar..
pemutar musik dan radio..
tentu saja kamera dan warna cover yang anak muda bgt..
untuk varian corby txt ini ada 2 jenis pilihan, kuning apa putih..
karena temen sekelas udah ada yang pake kuning jadinya aku ambil yang putih deh..
lagian yang putih jg mantap, terlihat bersih dan suci..
warna yang tepat kan untuk memperbaiki imageku yang suram selama ini?? hahahahaha…

setelah beberapa hari pake, ternyata aku PUAS BANGET ama kinerja handphone ini..
kameranya TOP bgt, khususnya kalo cahaya bener2 memadai.. tp jgn berharap lbh kalo cahaya remang2 coz corby ini ga dilengkapi lampu flash..
tampilan layarnya jg memuaskan, bener2 bs dipersonalisasi.. ada 3 jenis tema dengan 4 font style yang bs dipilih sesuka hati dan sesuai kepribadian.. =)
musik dan radionya jg ga ngecewain, udah gitu buat headsetnya bs pake universal headset 3,5 mm..
terus buat yang hobby update, corby txt ini jg udah diinstallin facebook, friendster ato myspace..
jadi selama ada corby, update jalan terus dong..

yang paling oke dari handphone yg satu ini dg fitur lumayan lengkap dan tampilan yang tetep hits harganya masih terjangkau jek..
cukup 1,5 juta rupiah saja..
jauh lebih murah dibanding handphone bergaya qwerty yang laen..
mantap gag tuh??

with love,
Riand Farisya

Hanya orang tua yang tidak mau mencoba hal baru!!

Belajar blog!! Posting blog!! Ngerubah tampilan!!
Mungkin bukan hal yang baru bagi sebagian orang diluar sana yang sudah biasa dengan dunia per-blog-an..
Tapi buat aku, OH MY GOSH!! ribet amat ya ngurusin blog kayak begini..
ni emang beneran ribet ato akunya yang ga paham yaa..
huff..huff..huff..
keringat bercucuran demi mencoba satu persatu fitur yang ditawarkan penyedia blog ini..

susah??
banget..
nyerah??
ya nggaklah..
emang gw cowok apaan.. (hahaha, lebay ahh)

jadi inget apa yang dikatakan Pak Bambang Semedhi, dosen beberapa mata kuliah yang ku tempuh dikampus..
Beliau pernah berpesan untuk kita anak muda (termasuk saya juga kan pak??), kalo masih jadi anak muda jangan pernah ragu mencoba sesuatu yang baru apalagi yang namanya teknologi..
karena nanti disuatu saat ketika kita sudah tidak muda lagi (tua maksud saya), akan sangat sulit menerima hal2 baru apalagi teknologi..
jadi mungkin ada benarnya kalo ada yang bilang orang tua cenderung kolot dan ga up2date..
yaiyalaahh.. udah ga zamannya lagi mereka mempertaruhkan kekuatan mereka untuk mencoba hal-hal baru..
termasuk membuat dan mempelajari blog seperti yang sekarang saya lakukan..
hufff…
mumpung masih muda neh gag ada salahnya kita mencoba sesuatu yang baru, asalkan dengan alasan dan tujuan yang positif, kenapa kacang?? (why not,red) =)
tidak sebatas membuat blog, ada banyak hal baru diluar sana yang perlu untuk dicoba..
mengingat sebuah perkataan seorang yang sukses di seberang sana,
“for all young people in the world, if i could do it now so can you.. never give up on your dreams and always look ahead..”
so.. lets do it!!

with love,
Riand Farisya

Mencoba Eksis Kembali!!

Yayyaii..

sekarang aku punya blog lagi..

lagi??

yap..yapp..yapp

dulu udah pernah punya tapi karena gaptek dan malas maka kusudahi saja semuanya..

aku menyerah..

 

setahun setelah itu tepatnya saat ini..

(berasa dongeng ya)

aku berniat memulai kembali apa yang kutinggalkan dulu..

(kalo ini bukan dongeng, novel lebih tepatnya)

ibarat kata seperti albumnya the Changcutter (mudah2an ga salah tulis) yang berjudul Mencoba Sukses Kembali (bener kan?)

maka dengan sepenuhnya jiwa dan tekad bulat aku memulai blog ini..

hehehehehehe…

dukung aku yaa..

doakan saya..

semoga istiqomah dan tidak hanya semangat yang sementara..

 

with luv,

Riand Farisya